Pendampingan Pelajar Muhammadiyah

Agenda PP IPM Bulan Mei-Juli 2009

Dasar Pemikiranip, j–    Diharapkan lahirnya penggerak-penggerak Organisasi (IRM) dan calon pemimpin yang berkepribadian, berwawasan luas, cakap, mandiri, dan visioner
–    Program pendampingan ini merupakan salah satu upaya pengoptimalan bakat kepemimpinan dan manajemen pelajar Muhammadiyah
–    Pemimpin tidak lahir begitu saja, melainkan ikut dibentuk oleh pengalaman. Sehingga diperlukan suatu pola dan sistem pembinaan pelajar Muhammadiyah secara komprehensif

T u j u a n
Membentuk pelajar Muhammadiyah yang cerdas, cakap, peka sosial, berkepribadian sholeh dan “pemberontak”.

T a r g e t
–    Pelajar Muhammadiyah memiliki wawasan tentang kondisi lingkungan sekolah secara komprehensif
–    Pelajar Muhammadiyah memiliki wawasan keilmuan dan visi intelektual yang integral
–    Pelajar Muhammadiyah memiliki sensitivitas sosial yang tinggi, disertai kemampuan integrasi secara intern maupun ekstern sekolah
–    Pelajar Muhammadiyah memiliki kecakapan memimpin dan keterampilan manajemen sebagai bekal pengelolaan Organisasi (IRM) dimasa mendatang

Aspek Pengembangan Peserta Dampingan
–    Sikap: Yaitu aspek kejiwaan dan watak, antara lain aspek semangat, motivasi, kesungguhan, keberanian, kesadaran, tanggungjawab dan aspek-aspek mental lainnya
–    Pemikiran : Yaitu aspek nalar atau intelektualitas, antara lain kecerdasan berpikir, ketajaman pengamatan, ketapatan analisa, kepekaan daya kritis dll
–    Pengetahuan : Yaitu penguasaan pengetahuan dan informasi antara lain keluasan wawasan, perbendaharaan ilmu dan keorganisasian ataupun informasi-informasi terkini.
–    Perilaku : Yaitu aspek tingkah laku seperti moral, disiplin, kreativitas, perbuataan dll.
–    Kecaakapan : Yaitu aspek kemampuan berketerampilan (skill) antara lain keterampilan memimpin, memecahkan masalah, manajemen berkomunikasi dan keterampilan teknis lainnya.

Proses Pendampingan
a.    Bentuk Pendampingan
Proses pendampingan dilakukan melalui kelompok-kelompok kecil (komunitas). Setiap komunitas sebaiknya terdiri dari 5-10 orang demi efektivitas pendampingan. Setiap komunitas akan didampingi oleh 1-2 orang pendamping (fasilitator).

b.    Sifat Pendampingan
Pendampingan bersifat fleksibel, cair tidak kaku (saklek) dengan tidak melupakan goal setting  pendampingan

c.    Prinsip-prinsip Pendampingan
–    Pemberdayaan (Empowering)
Pemberdayaan diartikan sebagai pengembangan konsep diri agar lebih positif, serta konstruksi pemahaman yang lebih kritis dan analitis mengenai kondisi lingkungan sekitar. Dalam hal ini komunitas dalam menjalankan aktivitasnya mencoba berpijak pada aktivitas  “pemberdayaan” bukan melakukan “penjinakan” atau “pembodohan” apalagi “penindasan” baik secara fisik maupun psikis.

–    Partisipasi (Participation)
Partisipasi diartikan sebagai proses keikutsertaan untuk ambil bagian. Partisipasi ini adalah sebuah kemutlakan bagi setiap warga komunitas. Hal ini akan berimplikasi terhadap penganutan azas egaliterianisme dalam menjalankan komunitas. Dalam bahasa Freire-an terkenal adagium : Semua Orang adalah Guru dan Semua Orang adalah Murid.

–    Aktivitas (Activity)
Pendampingan dalam komunitas meniscayakan adanya aktivitas sebagai prosesi pencapaian goal setting. Aktivitas dalam komunitas dapat dirumuskan oleh warga komunitas itu sendiri (Fasilitator dan Peserta). Aktivitas tersebut hendaknya merupakan aktivitas yang kreatif & inovatif serta memiliki keberlanjutan (dilakukan secara rutin) demi pencapaian tujuan dan target pendampingan

d.    Karakter  Komunitas
–    Komunitas merupakan tempat “curhat” bagi setiap warga komunitas, mulai dari persoalan akademik, organisasi sampai persoalan pribadi
–    Komunitas yang sesuai dengan minat/bakat dan kecendrungan warga komunitas (Perhatikan keragaman tiap individu). Hal tersebutlah yang menjadi landasan dalam merumuskan aktivitas anggota komunitas
–    Komunitas yang bersifat kultural (tidak kaku dan terjebak dengan aktivitas formal-formalan an sich)
–    Komunitas harus terbangun dengan suasana komunitas yang menyenangkan (having fun & happy)
–    Melakukan aktivitas-aktivitas yang kecil-kecil  yang penting berkelanjutan dan memiliki manfaat bagi warga komunitas

e.    Azas Pendampingan
Proses pendampingan menggunakan azas pendidikan orang dewasa (andragogy) dengan pendekatan partisipatoris. Oleh karena itu peserta dampingan dianggap sebagai orang yang telah memiliki bekal pengetahuan, pengalaman, keterampilan serta bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri dan kesadaran kelompoknya. Pengalaman dan potensi yang ada pada peserta adalah sumber yang perlu digali dalam proses pendampingan ini.

f.    Waktu
Sebagai sebuah proses kaderisasi formal dikalangan siswa, proses pendampingan ini diaksanakan dalam rentang waktu minimal 6 Bulan setelah “Masa Fortasi”. Adapun intensitas pertemuan diserahkan kepada kesepakatan antara Fasilitator dan Peserta Dampingan.

g.    Berbagi Peran
–    Kepala sekolah / guru pembina IRM
a.    Memberikan saran/usul dalam proses pendampingan
b.    Menjadi Narasumber diforum-forum komunitas.

–    PC / PR IRM
a.    Melaksanakan  proses pendampingan Siswa sesuai dengan kebutuhan pelajar
b.    Memandatir aktivis IRM yang dianggap memiliki kapabilitas dan kemampuan untuk melakukan pendampingan (Menjadi fasilitator), bisa dari pimpinan cabang atau daerah.

–    Pendamping (Fasilitator)
a.    Melaksanakan proses pendampingan .
b.    Melaporkan hasil pendampingan kepada PR IRM secara tertulis atau lisan pada forum yang ditetapkan untuk itu (Min. 1×1 Bulan)

–    Siswa baru (Peserta Dampingan)
a.    Siswa Baru diminta mengikuti proses pendampingan minimal selama 6 Bulan
b.    Peserta adalah “subyek” dalam proses pendampingan

Khatimah
Demikian model pendampingan pelajar Muhammadiyah ini disusun sebagai bahan diskursus proses kaderisasi pelajar Muhamadiyah di sekolah. Semoga dapat bermakna bagi peradaban, Amien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s