Dibukanya kembali praktik dukun cilik Ponari membuat Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah  mendemo Muspida

Hidayatullah.com—Penolakan praktik dukun kembali bergulir. Kali ini datang Ponaridari Muhammadiyah Jombang. Hari Jumat (13/3/2009)  Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Jombang mendemo Muspida.

Sekitar 15 orang pengurus Muhammadiyah mendatangi Polres setempat untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana pembukaan praktik Ponari.

Begitu sampai di Mapolres, sejumlah pengurus teras Muhamadiyah Jombang menyampaikan secara langsung surat pernyataan penolakan terhadap rencana pembukaan praktik Ponari.

Intinya, Muhammadiyah mendukung langkah Muspida, selain itu juga menghimbau kepada masyarakat agar mencari pengobatan yang rasional.

“Karena berbagai pertimbangan, kami mendukung langkah Muspida untuk menolak rencana pembukaan praktik pengobatan Ponari. Apalagi sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilu,” kata Ketua PD Muhammadiyah Rahmat Hadi Santoso dihadapan petugas, Jumat sore.

Selanjutnya, rombongan ditemui oleh Kapolres Jombang AKBP Tomsi Tohir di ruangannya. Dihadapan Kapolres, selain menyerahkan surat pernyataan, Ketua PD Muhammadiyah juga menyampaikan secara langsung dukungan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Muhammadiyah,” sambung Kapolres Jombang Tomsi Tohir.

Himbauan PWNU

Sebelum ini,  Rois Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Akhyar mengatakan kepada www.hidayatullah.com menyayangkan sikap masyarakat yang masih mendatangi Ponari. “Masyarakat masih banyak yang lemah akidahnya. Cepat nggumunan (silau, red) melihat hal yang aneh atau ganjil,” katanya.

Menurutnya, dalam fikih, berikhtiar kesembuhan boleh dengan apa saja.  Meski demikian, Akhyar tidak membenarkan bagi masyarakat yang berobat ke Ponari.

“Jika akidahnya lemah, bisa mengakibatkan syirik,” tuturnya lebih lanjut kepada hidayatullah.com. [bjt/ans/www.hidayatullah.com]

Iklan