Buletin Al-Qolam


Dibukanya kembali praktik dukun cilik Ponari membuat Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah  mendemo Muspida

Hidayatullah.com—Penolakan praktik dukun kembali bergulir. Kali ini datang Ponaridari Muhammadiyah Jombang. Hari Jumat (13/3/2009)  Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Jombang mendemo Muspida.

Sekitar 15 orang pengurus Muhammadiyah mendatangi Polres setempat untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana pembukaan praktik Ponari.

Begitu sampai di Mapolres, sejumlah pengurus teras Muhamadiyah Jombang menyampaikan secara langsung surat pernyataan penolakan terhadap rencana pembukaan praktik Ponari.

Intinya, Muhammadiyah mendukung langkah Muspida, selain itu juga menghimbau kepada masyarakat agar mencari pengobatan yang rasional.

“Karena berbagai pertimbangan, kami mendukung langkah Muspida untuk menolak rencana pembukaan praktik pengobatan Ponari. Apalagi sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilu,” kata Ketua PD Muhammadiyah Rahmat Hadi Santoso dihadapan petugas, Jumat sore.

Selanjutnya, rombongan ditemui oleh Kapolres Jombang AKBP Tomsi Tohir di ruangannya. Dihadapan Kapolres, selain menyerahkan surat pernyataan, Ketua PD Muhammadiyah juga menyampaikan secara langsung dukungan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Muhammadiyah,” sambung Kapolres Jombang Tomsi Tohir.

Himbauan PWNU

Sebelum ini,  Rois Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Akhyar mengatakan kepada www.hidayatullah.com menyayangkan sikap masyarakat yang masih mendatangi Ponari. “Masyarakat masih banyak yang lemah akidahnya. Cepat nggumunan (silau, red) melihat hal yang aneh atau ganjil,” katanya.

Menurutnya, dalam fikih, berikhtiar kesembuhan boleh dengan apa saja.  Meski demikian, Akhyar tidak membenarkan bagi masyarakat yang berobat ke Ponari.

“Jika akidahnya lemah, bisa mengakibatkan syirik,” tuturnya lebih lanjut kepada hidayatullah.com. [bjt/ans/www.hidayatullah.com]

Februari 5, 2009

Yahudi Mengakar kuat di Indonesia

Diarsipkan di bawah: Buletin, Yahudi Mengakar kuat di Indonesia — Fathul Iman @ 4:41 am Sunting Ini

Yahudi Mengakar kuat di Indonesia

zionis2
Zionis-Yahudi mengakar kuat di Indonesia. Melalui antek-anteknya yang ada di Indonesia, mereka berhasil menguasai sektor ekonomi, terutama bidang perbankan dan merasuki budaya Indonesia…

Sejak mencuatnya kasus grup band Dewa yang diprotes lantaran menginjak-
injak karpet bermotif lafaz Allah saat manggung di salah satu stasiun televisi, obrolan seputar Yahudi, Zionis dan Freemasonry makin rame. Apalagi, pentolan Dewa, Ahmad Dhani, selama ini kerap dijumpai mengenakan kalung Bintang David, simbol Zionis-Israel.

Untuk mengetahui lebih dalam jaringan kaum yang dikutuk Allah SWT itu, berbagai kalangan menggelar berbagai forum diskusi dan dialog tentang Zionis-Yahudi. Selasa (31/5) lalu, misalnya, Kajian Islam Cibubur Pesantren Tinggi Husnayain, Pimpinan KH A Cholil Ridwan menggelar sebuah diskusi yang bertajuk “Bahaya Gerakan YAHUDI di Indonesia”.

Ridwan Saidi, salah seorang pembicara dalam dialog itu, mengaku prihatin dengan kondisi umat saat ini. Sebab, banyak umat yang masih tidak percaya gerakan Zionis-Yahudi. Bahkan sebagian kaum Muslimin memandang tudingan gerakan Zionis-Yahudi sebagai sesuatu yang mengada-ada. Padahal, dampak dari gerakan Zionis ini sangatlah merugikan kaum Muslimin bahkan umat manusia.

zionis2“Siapa bilang tidak ada gerakan Zionis-Yahudi di sini. Ada dong, sebab akarnya terlalu kuat di Indonesia. Mereka masuk sejak zaman Hindia Belanda,” ujar pria yang puluhan tahun meneliti dan mengkaji gerakan Zionis-Yahudi itu.

Benarkah akar Zionis-Yahudi begitu kuat di Indonesia? Apa saja indikasi dan buktinya? Memang, tak mudah melacak jejak gerakan berbahaya ini di Indonesia. Apalagi selama ini, Zionis-Yahudi, memang gerakan tertutup. Aktivitas mereka berkedok kegiatan sosial atau kemanusiaan. Namun sasaran dan tujuannya sangat jelas: Merusak kaum lain.

Ibarat orang yang sedang buang angin dengan pelan: tercium baunya, tapi tak nampak wujudnya. Tidak mudah mengendus dan mendeteksi mereka. Namun dengan membuka-buka catatan sejarah, kabut dan misteri seputar jaringan Zionis-Yahudi di Indonesia akan terbuka lebar.

Gedung dan bangunan ternyata tak hanya memiliki estetika, namun juga menyimpan sejarah peradaban, tak terkecuali gerakan Zionis-Yahudi di Indonesia. Dari sejumlah dokumen sejarah, tidak sedikit gedung-gedung yang berdiri dan beroperasi saat ini yang ternyata dulunya pernah menjadi pusat pengendali gerakan Zionis-Yahudi di Indonesia.

Satu di antaranya adalah gedung induk yang saat ini dipakai pemerintah untuk kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam buku “Menteng Kota Taman Pertama di Indonesia” karangan Adolf Hueken, SJ, disebutkan, awalnya gedung yang kini berperan penting merencanakan pembangunan Indonesia itu adalah bekas loge-gebouw, tempat pertemuan para vrijmetselaar.

zionis2Loge-gebouw atau rumah arloji sendiri adalah sebuah sinagog, tempat peribadatan kaum Yahudi. Dulu, kaum Yahudi memakainya untuk tempat “sembahyang” atau “ngeningkan cipta” kepada Tuhan. Karena tempat itu sering dipergunakan untuk memanggil-manggil roh halus, maka masyarakat Indonesia sering menyebut loge sebagai rumah setan.
Sementara Vrijmetselarij adalah organisasi bentukan Zionis-Yahudi di Indonesia (Dulu Hindia Belanda). Ridwan Saidi dalam bukunya “Fakta dan Data Yahudi di Indonesia” menuliskan bahwa pimpinan Vrjmetselarij di Hindia Belanda sekaligus adalah ketua loge.

Vrijmetselarij bukanlah organisasi yang berdiri sendiri. Ia merupakan bentukan dari organisasi Freemasonry, sebuah gerakan Zionis-Yahudi internasional yang berkedudukan di London, Inggris. Pada tahun 1717, para emigran Yahudi yang terlempar ke London, Inggris, mendirikan sebuah gerakan Zionis yang diberi nama Freemasonry. Organisasi inilah yang kini mengendalikan gerakan Zionis-Yahudi di seluruh dunia.

Dalam kenyataannya, gerakan rahasia Zionis-Yahudi ini selalu bekerja menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak kehidupan politik, ekonomi dan sosial negara-negara yang di tempatinya. Mereka ingin menjadi kaum yang menguasai dunia dengan cara merusak bangsa lain, khususnya kaum Muslimin.

Mereka sangat berpegang pada cita-cita. Tujuan akhir dari gerakan rahasia Zionis-Yahudi ini, salah satunya, adalah mengembalikan bangunan [b]Haikal Sulaiman yang terletak di Masjidil Aqsha, daerah Al-Quds yang sekarang dijajah Israel. Target lainnya, mendirikan sebuah pemerintahan Zionis internasional di Palestina, seperti terekam dari hasil pertemuan para rabbi Yahudi di Basel.

Seperti disinggung di atas, gedung Bappenas memiliki sejarah kuat dengan gerakan Zionis-Yahudi. Tentu, bukan suatu kebetulan, jika lembaga donor dunia seperti International Monetary Fund (IMF) yang dikuasai orang-orang Yahudi sangat berkepentingan dan menginginkan kebijakan yang merencanakan pembangunan di Indonesia selaras dengan program mereka.

zionis2Satu per satu bukti kuatnya jejak Zionis-Yahudi di Indonesia bermunculan. Jejak mereka juga nampak di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat dengan berbagai gedung pencakar langitnya. Menurut Ridwan Saidi, semasa kolonial Belanda, Jalan Medan Merdeka Barat bernama Jalan Blavatsky Boulevard. Nama Blavatsky Boulevard sendiri tentu ada asal-usulnya. Pemerintah kolonial Belanda mengambil nama Blavatsky Boulevard dari nama Helena Blavatsky, seorang tokoh Zionis-Yahudi asal Rusia yang giat mendukung gerakan Freemasonry.

Siapa Blavatsky? Pada November 1875, pusat gerakan Zionis di Inggris, Fremasonry, mengutus Madame Blavatsky—demikian Helena Balavatsky biasa disebut—ke New York. Sesampainya di sana, Blavatsky langsung mendirikan perhimpunan kaum Theosofi. Sejak awal, organisasi kepanjangan tangan Zionis-Yahudi ini, telah menjadi mesin pendulang dolar bagi gerakan Freemasonry.
Di luar Amerika, sebut misalnya di Hindia Belanda, Blavatsky dikenal sebagai propagandis utama ajaran Theosofi. Pada tahun 1853, saat perjalanannya dari Tibet ke Inggris, Madame Blavatsky pernah mampir ke Jawa (Batavia). Selama satu tahun di Batavia, ia mengajarkan Theosofi kepada para elit kolonial dan masyarakat Hindia Belanda.

Sejak itu, Theosofi menjadi salah satu ajaran yang berkembang di Indonesia. Salah satu ajaran Theosofi yang utama adalah menganggap semua ajaran agama sama. Ajaran ini sangat mirip dan sebangun dengan pemahaman kaum liberal yang ada di Indonesia.

Menurut cerita Ridwan Saidi, di era tahun 1950-an, di Jalan Blavatsky Boulevard (kini Jalan Medan Merdeka Barat) pernah berdiri sebuah loge atau sinagog. Untuk misinya, kaum Yahudi memakai loge itu sebagai pusat kegiatan dan pengendalian gerakan Zionis di Indonesia. Salah satu kegiatan mereka adalah membuka kursus-kursus okultisme (pemanggilan makhluk-makhluk halus).

“Jika saat ini saham mayoritas Indosat dikuasai Singtel, salah satu perusahaan telekomunikasi Yahudi asal Singapura, maka itu sangat wajar. Sebab dulunya Indosat adalah sinagog dan kembai juga ke sinagog,” ujar mantan anggota DPR yang pernah menginjakkan kakinya ke Israel tersebut.

Di sepanjang Jalan Juanda (Noordwijk) dan Jalan Veteran (Rijswijk) jejak Zionis-Yahudi juga ada. Dalam sebuah artikel di sebuah media massa yang terbit di Jakarta, sejarawan Betawi Alwi Shahab menyebutkan, pada abad ke-19 dan ke-20, sejumlah orang Yahudi menjadi pengusaha papan atas di Jakarta. Beberapa di antaranya bernama Olislaegar, Goldenberg dan Ezekie. Mereka menjadi pedagang sukses dan tangguh yang menjual permata, emas, intan, perak, arloji, kaca mata dan berbagai komoditas lainnya. Toko mereka berdiri di sepanjang Jalan Risjwijk dan Noorwijk.

Masih menurut Alwi, pada tahun 1930-an dan 1940-an, jumlah orang Yahudi cukup banyak di Jakarta. Bisa mencapai ratusan orang. Mereka pandai berbahasa Arab, hingga sering dikira sebagai orang keturunan Arab. Bahkan Gubernur Jenderal Belanda, Residen dan Asisten Residen Belanda di Indonesia banyak yang keturunan Yahudi.

zionis2Yahudi di Batavia memiliki persatuan yang sangat kuat. Setiap hari Sabtu, hari suci kaum Yahudi, mereka sering berkumpul. Tempatnya di gedung yang kala itu terletak di sekitar Mangga Besar, Jakarta Barat. Di gedung itu, seorang rabbi, imam kaum Yahudi, memberikan wejangan dengan membaca Kitab Zabur.

“Merantau” sudah menjadi tradisi hidup kaum Zionis-Yahudi. Tidak ada daerah yang tidak mereka rambah. Di luar Jakarta, kaum Yahudi menetap di daerah Bandung, Jawa Barat. Pengamat Yahudi asal Bandung, HM Usep Romli mengatakan, mereka masuk Bandung sejak tahun 1900-an. Untuk meredam resistensi masyarakat Bandung, mereka masuk melalui jalur pendidikan dengan berprofesi sebagai guru. Kebanyakan dari mereka adalah pengikut aliran Theosofi, kaki tangan gerakan Freemasonry internasional. Tempat kumpul mereka berada di sebuah rumah yang terletak di dekat Jalan Dipati Ukur. Masyarakat menyebut rumah itu sebagai rumah setan.

“Dulunya, kawasan Dipati Ukur adalah tempat tinggal orang-orang Belanda dan tempat berkumpulnya kaum terpelajar, baik dari Belanda maupun pribumi. Itulah kenapa jika ditengok kawasan Dipati Ukur saat ini, banyak sekali berdiri lembaga-lembaga pendidikan, termasuk Universitas Padjajaran (Unpad). Namun saya tidak tahu di mana tepatnya markas kaum Theosofi tersebut,” ujar Usep.

Pada dasarnya, mereka tidak mengalami kesulitan menjajakan pemahamannya karena berpenampilan lembut, sopan dan ramah. Karenanya banyak masyarakat yang simpati dan tertarik dengan mereka. Sampai-sampai banyak masyarakat mengultuskan ucapan dan ajaran mereka, hingga mengikuti ritual agama Yahudi. “Tanpa disadari ajaran Zionis masuk ke hati dan pikiran masyarakat Bandung dan tumbuh menjadi suatu ajaran yang kuat,” tandas Usep.

Khusus di Surabaya, kaum Yahudi membentuk komunitas sendiri di beberapa kawasan kota lama, seperti Bubutan dan Jalan Kayon. Di Jalan Kayon No 4, Surabaya, hingga kini berdiri sebuah sinagog, tempat peribadatan kaum Yahudi. Selama ini gerakan mereka tidak mudah terdeteksi masyarakat karena mereka berkedok yayasan sosial dan amal. (Baca: Kamuflase Kaum Yahudi di Surabaya).

Panah beracun Zionis-Yahudi terus dilepaskan dari busurnya dan terus mengenai sasarannya. Setelah menunggu satu dekade, kini mereka sedang memanen buahnya. Melalui antek-anteknya di Indonesia, kaum Zionis-Yahudi “menyetir” dunia politik, sektor ekonomi, terutama bidang perbankan dan jaringan telekomunikasi.

zionis2Transaksi saham menjadi modal ampuh mengendalikan Indonesia. Singtel, perusahaan telekomunikasi milik orang Yahudi yang berkedudukan di Singapura misalnya, tahun lalu, berhasil menguasai kepemilikan PT Indosat, sebagaimana diungkapkan Ridwan Saidi . Mereka berhasil menjadi pemegang saham terbesar dan berhak mengatur arah policy Indosat ke depan. Komunikasi Indonesia, melalui Indosat misalnya, dalam kendali Yahudi?

Hal serupa terjadi dalam dunia pemberitaan. Bhakti Investama, sebuah perusahaan yang sebagian sahamnya milik George Soros, seorang Yahudi yang pada tahun 1998 mengacak-acak ekonomi Indonesia. Dengan membeli saham, dia mulai memasuki industri media di Indonesia Ritel juga menjadi sasaran utama mereka. Philip Morris, sebuah perusahaan rokok dunia milik seorang Yahudi asal Amerika menguasai kira-kira sembilan puluh persen saham perusahaan rokok PT Sampoerna. Ia pun berhak mengendalikan bisnis perusahaan rokok ternama di Indonesia itu.

Bidang budaya tak luput dari garapan mereka. Untuk menjauhkan Islam dari agamanya, mereka masuk ke dalam kebatinan Jawa. Kuatnya akar Freemasonry dapat dilihat dari mantra-mantra memanggil roh halus atau jin yang memakai bahasa Ibrani, bahasa khas kaum Yahudi.

Bau Zionis-Yahudi juga tercium tajam di dunia perjudian. Dadu yang sering dipakai dalam permainan judi bermata hewan Zionis. “Ini fakta. Oleh sebab itu saat menerima laporan dari bawahannya tentang kuatnya akar Zionisme-Yahudi di Indonesia, Hitler, pemimpin NAZI langsung mengirim pasukannya ke Hindia Belanda untuk memerangi mereka,” ujar Ridwan.

Jelas, gerakan Zionis-Yahudi bukanlah gerakan fiktif atau mengada-ada. Ia benar-benar nyata dan terus akan bergerak sampai cita-citanya tercapai: Menguasai dunia. Oleh sebab itu, kaum Muslimin harus terus memperkuat diri dengan Islam. Tidak boleh lengah atau lalai sedikit pun. Tetap waspada, jangan mudah termakan dengan pikiran atau paham bebas, dan rapatkan barisan, adalah modal kuat melawan mereka. Dan, tak kalah pentingnya, adalah memperkuat dan mengembangkan jaringan dan gerakan yang sedang kita bangun! (Sabili)

Rivai Hutapea. eremuslim.com

zionis2

Awas, Agen Zionis ada di Indonesia Versi FUUI

zionis

Kedua kaki tangan Zionis itu ialah Rotary Club dan Lions Club dan berada di Bandung. Induknya ialah Fremasonry dengan dalangnya Zionis Israel. Hal ini seperti diungkap Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) Athian Ali saat jumpa pers di Sekretariat FUUI Bandung.</p>
<p>Dua klab berkedok kemanusian di Kota Bandung ini menurut Athian Ali sudah memasok perjuangan Israel. Untuk itu, pihaknya mengeluarkan tiga maklumat dibubarkannya klab tersebut.</p>
<p>Athian mengeluarkan tiga maklumat, yaitu mendesak Presiden RI untuk mencabut Kepres RI Nomor 69 Tahun 2000 yang mencabut Kepres RI Nomor 264 Tahun 1962 dan memberlakukan kembali Kepres RI no 264 tahun 1962. “Karena Kepres tersebut berisi melarang Rotary Club di Indonesia,” jelasnya.</p>
<p>Maklumat kedua, mengingatkan umat Islam akan fatwa para Ulama Makkah dan Komisi Fatwa Al-Azhar mengenai haramnya bergabung dengan Rotary Club dan Lions Club serta kafirnya seseorang yang dengan sadar menjadi anggota Rotary Club dan yang bersangkutan mengetahui tujuan yang sebenarnya.</p>
<p>Ketiga, ia juga menghimbau umat Islam yang kini bergabung dengan gerakan Freemasonry atau salah satu jaringannya agar segera menanggalkan keanggotaannya.</p>
<p>Athian menyatakan, pada tahun 2001 kejaksaan sudah memberitahunya terkait terindikasikannya aktivitas menyimpang dari kedua klab tersebut. “Tapi saya belum yakin. Setelah diselidiki, ternyata dana yang dihimpunnya dikirimkan ke Amerika dan dilanjutkan untuk mendanai Zionis Israel,” jelasnya.</p>

zionis

Pada musim panas tahun 1915, Milvan Jones, pendiri klub ini mengemukakan ide untuk mendirikan klub-klub, dimana di dalamnya akan tergabung para pegawai dari seluruh penjuru Amerika Serikat (AS), hingga akhirnya berdirilah klub pertama di kota San Antonio, Texas.</p>
<p>International Association of Lions Club sendiri baru muncul ke permukaan pada bulan Mei 1917 di Chicago. Ketika itu diselenggarakanlah pertemuan pertamanya. Perlu pula diketahui bahwa Chicago merupakan salah satu kota di mana beberapa Rotary Club telah lahir.</p>
<p>Para ahli berkeyakinan bahwa klub ini berinduk kepada B’Nai B’Rits, yaitu salah satu firqah Yahudi yang Insya Allah akan dibahas di rubrik ‘Adawah pada waktu yang akan datang. Namun secara umum, dalam banyak hal Liions Club menginduk langsung kepada Freemasonry.</p>
<p>Nama klub ini, yaitu “LIONS” atau singa merupakan simbol dari kekuatan dan keberanian. Dan Lions Club sengaja didirikan untuk menggantikan klub-klub sebelumnya, yaitu ketika klub-klub tersebut terbongkar kedoknya atau tertindas. Mengapa demikian? Lions Club dirasa dapat lebih eksis mengingat sifat yang tampak di hadapan publik adalah sebagai organisasi sosial yang reformis dan toleran.</p>
<p>Aktivitas, Keanggotaan, dan Organisasi</p>
<p>Aktivitas Lions Club secara garis besar adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Menyerukan slogan “Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan” (Liberte, Egalite, &amp; Fraternite);<br />
2. Menyebarkan arti kebaikan dan kerjasama antarbangsa;<br />
3. Membangun semangat kerukunan di antara pribadi-pribadi dengan cara melonggarakan dan menjauhkan ikatan-ikatan akidah (keyakinan).<br />
4. Memperhatikan aspek keadilan sosial;<br />
5. Aktif menyebarkan ilmu pengetahuan dengan berbagai sarana yang memungkinkan;<br />
6. Menolong orang-orang yang cacat;<br />
7. Meringankan beban kejenuhan hidup sehari-hari;<br />
8. Memberikan pelayanan kepada lingkungan sekitar;<br />
9. Menyelenggarakan perlombaan-perlombaan yang bersifat hiburan;<br />
10. Mendukung proyek-proyek rehabilitasi sosial;<br />
11. Mendukung proyek-proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB); dan sebagainya.</p>
<p>Dalam masalah keanggotaan, syarat-syarat untuk menjadi anggota di dalam Lions Club [ada prinsipnya tidak banyak berbeda dengan syarat-syarat keanggotaan dalam klub-klub Freemasonry maupun Rotary. Tetapi ada pula perbedaannya, dimana keanggotaan Lions Club ini bolah diwakili oleh lebih dari dua orang. Anggota dalam satu profesi. Siapapun tidak boleh mengajukan permohonan untuk menjadi simpatisan klub tersebut, akan tetapi merekalah yang mencalonkan dan mengajukannya apabila mereka melihat suatu potensi yang terdapat pada diri calon anggota untuk kepentingan mereka.</p>
<p>Disyaratkan agar anggota itu terdiri dari para tokoh pekerja yang sukses, dan tempat kerjanya harus berada di daerah di mana terdapat Lions Club. Diwajibkan pula kepada setiap anggota untuk mencapai persentase kehadiran dalam pertemuan-pertemuan pekanan minimal 60% dalam setahun. Di samping itu dilarang memasukkan orang-orang yang dianggap “fundamentalis” dan yang fanatisme nasionalnya berlebihan.</p>
<p>Ditariknya para pemuda dan pemudi untuk bergabung serta berusaha untuk memelihara tingkatan usia yang relatif muda adalah untuk menjaga dinamika klub secara kontinyu, terutama karena masih mudahnya mereka untuk dipengaruhi seiring idealitas yang ada.</p>
<p>Lions Club juga menyedot nyonya-nyonya dan istri para pejabat tinggi, sebagaimana dipercayakan tugas kepada mereka untuk melakukan kontak dengan para tokoh. Untuk mereka (para nyonya) diciptakan pula wadah tersendiri, yang disebut Lioness Club.</p>
<p>Bahaya Lions Club</p>
zionis
<p>Segala aktivitasnya yang relatif bisa dikatakan baik mungkin hanya sekedar pancingan di balik misi yang sebenarnya. Mereka memiliki ciri-ciri tersembunyi dengan rencana dan sitem kerja yang berdasarkan prinsip kerja bawah tanah (clandestein), agar dapat mengumpulkan data dan potensi secara akurat.</p>
<p>Diketahuinya rahasia-rahasia profesi seseorang dari pertemuan-pertemuan mereka, adalah sesuatu yang memberi mereka kemampuan untuk mengontrol pasar-pasar lokal, dan membantu mereka untuk campur tangan dalam masalah ekonomi di sebuah negara tertentu.</p>
<p>Lions Club melakukan pengumpulan data-data yang berhubungan dengan masalah-masalah politik dan keagamaan di sebuah negara dimana klub berada. Data-data ini kemudain dikirimkanke Pusat Organisasi Internasional yang mengkaji dan membuat perencanaan yang tepat untuk kepentingan mereka di negara tersebut. Oleh pusat komando diplotlah tempat kerja masing-masing dari agen mereka. Dari sana nanti masing-masing bagian harus diisi dengan aktivitas-aktivitas oleh biro masing-masing sesuai dengan deskripsi pekerjaannya.</p>
<p>Banyak ketidakjelasan menyelimuti sumber rahasia dan sarana mereka. Dewan Eksekutif Lions daerah melakukan proses-proses pengamanan secara ketat di wilayahnya. Mereka sering mengumandangkan jargon “Agama untuk Tuhan, Tanah air untuk semua”.</p>
<p>Islam, menurut mereka, secara lahir sama saja dengan agama lain, baik itu agama samawi maupun agama ciptaan manusia. Adapun maksu mereka sebenarnya adalah melakukan tipu daya, meskipun yang mereka lakukan terhadap Islam konon lebih spesifik daripada tipu daya terhadap agama lain.</p>
<p>Dalam ceramah dan pidato-pidato para tokohnya, mereka menitikberatkan pada penonjolan kedudukan Israel dan rakyatnya secara teratur. Di samping itu mereka mendoktrinkan juga pikiran-pikiran Zionisme ke dalam otak para anggotanya. Mereka telah menyelenggarakan pula sebuah penataran di Lions Club Mesir ketika baru dibuka di Kairo untuk membahas tentang perjanjian damai antara Mesir dan Israel.</p>
<p>Dalam perhelatan mereka, diselenggarakan pesta-pesta gila, campur aduk antara pria dan wanita, dansa-dansi, di bawah slogan “Pesta-pesta Kebaikan”.</p>
<p>Lembaga Fikih Islam Internasional sendiri, dalam pertemuan pertamanya di kota suci Makkah pada tanggal 10 Ramadhan 1398 H, mengeluarkan sebuah keputusan yang menjelaskan bahwa prinsip-prinsip gerakan Freemasonry, Rotary Club, dan Lions Club secara garis besar adalah sangat bertentangan dengan prinsip dan pokok-pokok ajaran Islam.</p>
<p>Rotary Club sebenarnya berada di dalam lingkaran Fremasonry yang menjadi induknya. Oleh karena itu akarnya satu, yaitu zionisme. Lions Club secara lahiriah menyerukan ide “Ikatan Kemanusiaan” dan menghilangkan diskriminasi antarumat manusia. Namun hakikatn yang sebenarnya adalah organisasi ini merupakan mantel selubung zionisme.</p>
<p>Tempat Tersiar dan Kawasan Pengaruhnya</p>
<p><img class=”alignleft size-full wp-image-206″ title=”zionis” src=”http://maziman.files.wordpress.com/2009/02/zionis.gif&#8221; alt=”zionis” width=”210″ height=”190″ /></p>
<p>Organisasi ini mempunyai klub-klub di Amerika, Eropa, Asia, dan banyak negara lainnya. Pada awal tahun 1970 Lions Club mengaku bahwa jumlah anggotanya lebih dari 934.000 orang yang tersebar di 146 negara. Pusat Lions Club sekarang adalah di Oak Park, Illinois, AS, di dekat kota Chicago.</p>
<p>Di dunia Islam, Lions Club dan Rotary Club terlihat cukup aktif di Mesir setelah ditandatanganinya perjanjian damai dengan Israel. Organisasi ini menjadikan hotel-hotel besar sebagai markasnya, seperti hotel Assalam di New Egypt, Hilton, Syebrid, dan Sheraton.</p>
<p>Organisasi ini juga sanggup mengeluarkan dana yang besar, seperti untuk hadiah-hadiah yang diberikan pada pesta-pesta peningkatan persahabatan dan pesta-pesta yang bisa mendatangkan proyek-proyek strategis. Hal yang demikian telah menimbulkan tanda tanya besar tenang bagaimana sumber-sumber keuangan bisa mereka dapatkan. Wallahu a’lam.zionis
<p>www.dakta.com</p>
<p>Sebarkan wahai saudaraku seiman. Penyakit telah menghinggap. akankah kita diam??????????????????????</p>

Merengkuh Cinta dalam Buaian Pena

ip-j

Buya HAMKA bertutur : “Tidakkah kau lihat langit biru dengan awan berarak disulam oleh burung-burung, amatlah indah. Atau engkau saksikan lereng bukit yang teramat indah. Atau taman bunga yang mekar beraneka warna dengan harum semerbak, teramat indah. Atau kau dengar suara jangkrik bersahutan, teramat indah. …Mengapa hati yang satu-satunya ini, kau biarkan merana tanpa gelora cinta kepadaNya?”

Ikhwah Fillah! Lihatlah lelaki yang satu ini. Sepanjang hari ia berdakwah. Dari pukul enam pagi hingga pukul enam sore. Tak lagi satu daerah yang ia sambangi, telah berkali-kali gurun pasir ia lalui. Sementara ia masih muda. Sejarah mencatat, umurnya belum genap 20 tahun. Bila malam tiba, malampun ia bagi menjadi tiga. Sepertiga untuk ibadah, sepertiga untuk MENULIS, dan sepertiga lagi untuk istirahat. Itulah dia Imam Syafi’I muda. Ada ribuan ulama di muka bumi ini. Tapi, ulama yang satu ini benar-benar beda. Tanpa kenal siang dan malam, jari-jemarinya selalu menari bersama pena untuk mengangungkan TuhanNya, menyelamatkan aqidah umat, dan menjaga kehormatan umat. Bila anda bertanya,”Wahai Syaikh, haruskah kami sepertimu?”Dia akan menjawab,”Cukuplah seperti apa yang kau lihat!” Dan ia akan berpesan kepadamu,”Berlelah-lelahlah dalam kebajikan, karena dalam kelelahan itu ada kenikmatan yang sungguh nikmat.” Ulama yang satu ini ketika terbaring di rumah sakit, tiba-tiba datang seorang dokter dengan suara lantang mencegat beliau,”Wahai Pak Tua…, bukankah saya sudah melarang anda membaca buku. Anda harus tahu diri. Anda itu sakit.” Sang Syaikh ini tersenyum,”Terimaksih. Anda sudah mengingatkan saya bahwa saya sakit. Kalau tidak, saya bisa lupa bahwa saya sedang sakit. Begitulah saya mencintai buku. Buku adalah penghibur hidup saya…” Dengan sedikit angkuh, Si Dokter bertanya,”Emangnya, kau sudah membaca seberapa banyak buku?” ujarnya sembari melangkah keluar. “Alhamdulillah, saya baru membaca 20.000,00 jilid buku!” jawab si Syaikh tenang. Begitulah dia si Syaikh yang satu ini. Dia termasuk ulama termasyur sekaligus produktif dalam catatan sejarah dunia. Dia bernama Syaikh Ibnul Qayyium Al Jauziyah.

Ikhwah Fillah! Murid beliau bernama Syaikh Muhammad Al Ghozali, yang merupakan guru dari Syaikh Yusuf Qordawi, juga merupakan ulama dan penulis termasyur. Dalam suatu pengajian Syaikh Muhammad Al Ghozali berkata: Dalam hidup ini hanya ada dua pilihan. Pertama, menjadi bagian dalam menciptakan fikroh(Pemikiran). Kedua, dipaksa mengikuti fikroh.

Mari kita kupas satu persatu. Menjadi bagian dalam menciptakan fikroh. Sejarah mencatat, orang-orang yang terlibat dalam bagian ini, dialah yang dikenal sebagai motor sebuah Peradaban. Kenalkah kita dengan Karl Lar March dengan karyanya Das Capital. Buku ini adalah biang keladi munculnya system kapitalisme, dan zionisme oleh Israel di dunia ini. Dimana orang-orang eropa terobsesi untuk menjadi penjajah dengan tujuan utama mereka adalah Gold, Glory , dan Gospel. Dan zionisme Israel bercita-cita menjadi penguasa tunggal dunia dengan menjadikan amerika sebagai kaki tangannya.

Pernahkah kita mendengar kata ‘Samurai’. Ya, lebih tepatnya Novel Samurai. Di Jepang, novel ini menjadi bacaan wajib warga negaranya mulai dari anak-anak SD hingga tingkat Perguruan Tinggi. Dan yang mencengangkan lagi adalah Novel ini dikukuhkan sebagai kitab kedua setelah kitab agama Shinto. Dipaksa mengikuti fikroh. Ya, lebih dan kurang bisa kita amati langsung. Mulai dari media, baik media cetak maupun media elektronik.

Pemikiran-pemikiran mereka(Baca Yahudi dan nasrani) tiap hari menjadi santapan kaum muslimin. Dan , anehnya, kita hanya menjadi konsumer terbesar. Tidak mampu menjadi produser. Majalah Times, majalah forbes lebih diagung-agungkan oleh banyak kaum muslimin ketimbang majalah islam sendiri. Padahal, majalah itu tepatnya buat orang Amerika dan Eropa. Berbagai pemikiran kapitalisme, liberalisme, dan sekulerisme lebih dominan di benak kaum muslimin daripada konsep pemikiran islami dalam dirinya.

Saudaraku, kenyataannya memang begitu, kaum muslimin menjadi pengikut setia pemikiran orang lain. Kita menjadi pengikut trend dan mode orang lain. Hal ini perlu menjadi renungan kita semua.

Ikhwah Fillah! Meneropong ke masa lalu. Kejayaan islam dulunya ditandai dengan berkembang pesatnya berbagai keilmuan kaum muslimin. Sehinga kita kenal sangat banyak ilmuwan muslim dengan berbagai disiplin ilmu. Seperti Ibnu Zina, Innaribayan, Ibnu Rusyid, Ibnu khaldun, Ibnu Rayhan, dkk. Satu catatan penting adalah mereka semua adalah MENULIS. Di zaman khalifah Ar rasyid, Khalifah Al makmun dan beberapa periode setelah khalifah Al makmun. Para penulis sangat dihormati. Berat sebuah buku apa saja dihargai dengan berat emas. Sekarang??? He hehe, Fee untuk penulis professional 15 persen dari harga buku. Sudah lumayan!

Ikhwah Fillah! Mari kita menulis seperti Syaikh Ibnul Qoyyum Al Jauziyah menulis. Menulis untuk mengangungkan Allah SWT, menyelamatkan aqidah umat, dan menjaga kehormatan umat. Bila kita yakin dan istiqomah dengan prinsip diatas, tidaklah perlu kita khawatir dengan penghidupan dunia kita. Sejarah mencatat, belum ada penulis yang miskin di dunia ini. Mereka hidup serba berkecukupan, karena Allah menjamin rezki orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Mereka adalah orang terkaya, Orang yang kaya ilmu, yang selalu menyumbangkan ilmu tanpa habis-habisnya.

{Tiga orang yang selalu mendapatkan pertolongan Allah tiada henti-hentinya adalah mujahid yang membela agama Allah, PENULIS yang mencerahkan, dan pemuda yang menyegerakan menikah untuk menjaga kehormatan diri.} (HR Ahmad)

taken: http://www.dudung.net